Bahasa
merendahkan diri
Berhubung sebentar lagi ada
ujian kaiwa, jadi ini ada sedikit materi tentang kenjogo.
Bahasa
merendahkan diri (kenjōgo) terdiri dari dua jenis. Jenis pertama adalah
kata-kata yang dipakai untuk menunjukkan kerendahan diri ketika sedang
membicarakan keadaan atau tindakan yang dilakukan oleh penutur. Dengan
merendahkan diri, maka dengan sendirinya berarti meninggikan tindakan atau
benda milik lawan bicara. Jenis kedua kenjōgo atau disebut juga teichōgo
(丁重語 bahasa
kesopanan) adalah kata-kata yang dipakai untuk mengungkapkan tindakan,
benda, atau keadaan sendiri secara sopan.
- mairimasu (参ります, datang) menggantikan ikimasu
(行きます, pergi)
- moshimasu (申します) menggantikan iimasu (言います)
- itashimasu (致します) menggantikan suru (する).
Bagaimana cara
pembentukannya?
- Penggantian
kata:
- iku (行く, pergi) atau kiku (聞く, bertanya) diganti dengan ukagau (伺う)
- miru (見る, melihat) diganti dengan haiken suru (拝見する)
- suru (する) diganti dengan itasu (致す)
- iimasu (言います, berkata) diganti dengan moshiageru (申し上げる)
- aimasu (会います, bertemu) diganti dengan ome ni kakaru (お目にかかる)
- O (お) atau go (ご) ditambah suru (する):
- matsu (待つ, menunggu) menjadi omachisuru (お待ちする)
- kakeru (掛ける, duduk) → okake suru (お掛けする)
- sōdan (相談, konsultasi) → gosōdan suru (ご相談する)
- O (お) atau go (ご) ditambah itadaku (頂く) atau mōshiageru (申しあげる):
- katte
morau (買ってもらう, dibeli) → o-kai itadaku (お買い頂く)
- jitai
suru (辞退する, menolak) → gojitai mōshiageru (ご辞退申し上げる)
Penggantian nomina
- cha (茶) teh → socha (粗茶) teh kualitas buruk
- shina (品) barang → soshina (粗品) hadiah kecil
- okurimono (贈り物) hadiah → tsumaranai mono
(つまらない物) benda tidak berharga
- tsuma (妻) istri → gusai 愚妻 (istri saya yang bodoh), pola serupa berlaku pula untuk
anak laki-laki saya (愚息, gusoku), anak perempuan saya (愚女, gujo), kakak laki-laki saya (愚兄, gukei), adik laki-laki saya (愚弟, gutei), adik perempuan saya (愚妹, gumai)
- otto (夫) suami → yadoroku (宿六) orang tidak berguna di rumah
- chosaku (著作) karya → seccho (拙著) karya saya yang jelek
- riron (理論) teori → setsuron (拙論) teori saya yang tidak beralasan
- tōsha (当社) perusahaan kami → heisha
(弊社) perusahaan kami yang kecil
Prefiks + nomina
- tegami (手紙) surat → otegami
o sashiageru (お手紙を差し上げる) mengirimkan surat
- jitai (辞退) menolak → go-jitai
o mōshiageru (ご辞退を申し上げる), berniat untuk menolak
- renraku (連絡) hubungan → go-renraku
o sashiageru (ご連絡を差し上げる), [saya] akan menghubungi Anda
Sebuah kata dapat menjadi kenjōgo
atau sonkeigo
bergantung pada konteksnya, misalnya:
- Prefiks o
(お) sebagai kenjōgo
- Sensei
e no otegami:
surat untuk guru [dari saya]
- Okyakusama
e no go-renraku:
[saya] mengontak pembeli
- Prefiks o
(お) sebagai sonkeigo
- Sensei
kara no otegami:
surat dari guru
- Okyakusama
kara no go-renraku: kontak dari pembeli.
Bahasa kesopanan
Bahasa kesopanan (teichōgo)
dipakai ketika lawan bicara berkedudukan lebih tinggi dari penutur. Ciri
khasnya adalah pada kalimat berakhiran dengan masu (ます).
Oleh karena itu, sebagian besar dari teichōgo juga tergolong kenjōgo.
Namun kalimat berakhiran dengan oru (おる) atau orimasu (おります)
hanya dipakai pada teichōgo:
- Ima, jitaku
ni iru 今、自宅にいる。(Sekarang, [saya] berada di rumah.)
Digantikan dengan kalimat sopan: Ima,
jitaku ni imasu 今、自宅にいます。 atau Ima, jitaku ni orimasu 今、自宅におります。
- Shucchō de
Osaka ni itta 出張で大阪に行った。 ([Saya] melakukan perjalanan dinas ke Osaka.)
Digantikan dengan kalimat sopan: Shucchō
de Osaka ni ikimashita (出張で大阪に行きました。) atau Shucchō de Osaka ni
mairimashita (出張で大阪に参りました。)
- Yamada to iu 山田と言う。Nama saya Yamada.
Digantikan kalimat sopan: Yamada
to iimasu (山田といいます。) atau Yamada to mōshimasu (山田と申します。).